SIARAN PERS
Nomor : 53/SP/HM/BKKP/2018

 

 

Jakarta, 10 April 2018

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyambut baik upaya perbankan dalam merespon arahan Presiden RI Joko Widodo untuk ikut mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kredit pendidikan (student loan). Hal ini diungkapkan Menristekdikti saat acara peluncuran Program Kredit Pendidikan Bank Tabungan Negara (BTN) di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bank BTN yang telah menginisasi pemberian kredit kepada mahasiswa di Indonesia. Diharapkan kerjasama ini berkontribusi pada peningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia,” ucap Nasir dalam sambutannya.

Nasir mengungkapan permasalahan yang ada sekarang ini bahwa orang tua banyak yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke tingkat yang lebih tinggi. Kemenristekdikti sendiri mengalokasikan anggaran beasiswa bidikmisi sebesar 4,9 T. “Dengan bantuan dari Bank BTN harapannya permasalahan ini bisa diselesaikan,” pungkasnya.

Terkait kredit pendidikan, Nasir mengatakan dirinya pun dulu juga menggunakan produk pembiayaan pendidikan bernama Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). Karenanya melalui kredit pendidikan dari Bank BTN ini Nasir berharap anak Indonesia bisa menyelesaikan kuliahnya dan bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik.

Kendati demikian, Nasir berharap kepada BTN agar bisa memberikan ‘grace periode’ sehingga pokok pinjaman bisa dibayarkan pada saat sudah mendapatkan pekerjaan. Nasir pun berharap nantinya bunga student loan sebesar 0% sesuai UU No.12/2012. “Sekarang masih menunggu peraturan dari Menko Perekonomian. Mungkin nanti dalam bentuk Perpres,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan saat ini masyarakat Indonesia tak hanya menempatkan hunian sebagai kebutuhan primer. Masyarakat Indonesia, lanjutnya, mulai menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasarnya.

Namun, menurut Maryono, pemenuhan kebutuhan pendidikan tersebut masih terhalang masalah tingkat ekonomi masyarakat Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per akhir 2017 menunjukkan, hanya 8,15% dari penduduk berumur 15 tahun ke atas yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang Perguruan Tinggi (PT). BPS juga merekam adanya ketimpangan pendidikan yang sangat besar di mana presentase penduduk 15 tahun ke atas dengan ekonomi teratas lebih besar 17 kali lipat dibanding kelompok yang sama pada tingkat ekonomi terbawah.

“Melalui kredit pendidikan ini, kami ikut berpartisipasi memenuhi kebutuhan pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia,” jelas Maryono.

Ia menambahkan BTN telah menggandeng 101 universitas untuk mempermudah masyarakat mengakses kredit pendidikan BTN dan akan terus bermitra dengan perguruan tinggi lainnya. “Kami akan terus menggelar kemitraan serupa dengan Perguruan Tinggi lainnya sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa mengenyam pendidikan tinggi,” tutur Maryono.

Bank BTN meluncurkan kredit untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dengan plafon hingga Rp200 juta dan bunga hanya 6,5% flat selama 5 tahun. Pinjaman tersebut diluncurkan untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Bank BTN juga menggelar penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 24 perguruan tinggi di Indonesia. Bank BTN selain meluncurkan program ini juga melakukan penandatangan akad kredit kepada mahasiswa/ mahasisiwi yang menerima fasilitas Kredit Pendidikan BTN. Hal tersebut merupakan wujud komitmen dalam menyukseskan penyaluran Kredit Pendidikan BTN.

Bank Tabungan Negara dan Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti