Saat ini kita sedang berada di era persingan global yang semakin ketat di tengah derasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0. Semua Negara berlomba-lomba untuk melahirkan invensi dan inovasi dengan memperkuat riset dan mutu pendidikan tinggi. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi di era revolusi industry 4.0, ujar Direktur Politeknik Negeri Pontianak H. Muh. Toasin Asha mengawali sambutannya membuka SNAV ke-7 se-Indonesia yang diikuti seluruh Politeknik Negeri. Kegiatan pembukaan SNAV ke-7 dilaksanakan di Hotel Mercure, Senin, 07 April 2018.

Ditegaskannya, di era saat ini mengalami banyak perubahan lingkungan dan kemajua teknologi informasi, yang kesemuanya menjadi tantangan bagi para akuntan pendidik. Saat ini yang kita hadapi adalah generasi Y dan Z yang jauh berbeda dengan generasi terdahulu. Mereka adalah generasi yang akrab dengan kemajuan teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi juga merubah lingkungan kita, contohnya dengan maraknya bisnis daring. Kesemuanya berdampak pada ilmu akuntansi. Oleh karena itu, para pendidikan akuntansi harus selalu meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan jaman agar mampu mendidik calon-calon akuntan yang sesuai dengan tuntutan jaman. Siap beralih dari comfort zone ke competence zone.

Berkaitan dengan revolusi industry 4.0, tentunya beberapa layanan akuntansi sudah merasakan percikan disrupsi seperti layanan akuntansi transaksional dasar yang sebagian besar sudah diotomatisasi , sehingga tidak membutuhkan lagi sentuhan manual. Para akuntan profesional akan focus untuk memberikan saran dan wawasan, ujar Direktur. Lebih lanjut dijelaskannya, teknologi terkini yang mengacu pada big data, business intelligence, analytics dan internet of things telah menjangkau hampir seluruh aspek bisnis. Berdasarkan statistic, dalam dua tahun terakhir telah dihasilkan 90% data secara global. Artinya, big data telah menjadi alat baru bagi para pemimpin bisnis untuk melakukan analisis dan mendukung pengambial keputusan yang lebih baik.

Diungkapkannya, kecanggihan smartphone dan banyaknya pengguna smartphone akan ikut merubah buday di dunia akuntansi. Ketika konsumen semakin sering menggunakan perangkat mobile untuk mengakses data dan internet, layanan akuntansi harus ikut berubah sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Direktur juga mengingatkan, symposium nasional akuntansi vokasi merupakan agenda yang sangat penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Simposium ini merupakan sarana pertukaran informasi, knowledge and idea sharing serta wadah untuk membahas hasil-hasil penelitian di bidang akuntasi dalam upaya meningkatkan kemampuan praktisi, penelitian, pendidikan dan mahasiswa dalam melakukan penelitian di bidang akuntansi. Dalam menghadapi revolusi industry 4.0 ini, karena hemat kami rasanya tidak berlebihan jika tema yang diangkat pada SNAV ke-7 tahun 2018 : “Mempertegas Lanskap Profesi dan Pendidikan Akuntansi”, ungkapnya mengakhiri sambutan.

Acara pembukaan SNAV di buka secara resmi Pj. Gubernur Kalimantan Barat dan dihadiri para pimpinan Perbankan, Muspida dan para Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik se-Indonesia, Kanwil Pajak, DJKN, DJPD. Kegiatan yang berlansung dari tanggal 7 sampai 9 Mei 2018, selain ada pertemuan forum Kajur Akuntansi, juga dilaksanakan cerdas cermat akuntansi dan pemaparan hasil riset oleh para dosen. Antusias peserta mengikuti kegiatan SNAV sayangnya tidak dihadiri oleh Menristekdikti yang semestinya membuka acara dan Menkeu sebagai Keynote Speaker.

(Erwandi – Pranata Humas Muda)