Tim Universitas Gadjah Mada memborong prestasi dalam dua kategori lomba LKTIN Karst Indonesia dan Debat Benang Kusut Terkait Karst Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah IPB pada Jumat (6/10) 2017. 3 Tim UGM terdiri dari 2 tim Debat dan 1 Tim LKTIN.

Tim LKTIN UGM memperoleh Juara 1 yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Geografi, Jurusan Geografi dan Ilmu Lingkungan, Muhammad Naufal, Durrotunafisah, dan Aji Dwi Pratama, dengan Judul LKTI“Strategi Optimalisasi Lahan Melalui Evaluasi Produktivitas Lahan Doline Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani Karst di Desa Ponjong, Kec. Ponjong, Kabupaten Gunungkidul”. Kemenangan berhasil mereka raih setelah perjuangan melewati babak penyisihan hingga  lolos pada tahap 5 besar. Tim LKTIN UGM berhasil mengalahkan tim dari Universitas Lambung Mangkurat Lampung, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Brawijaya.

Sementara itu, Tim Debat UGM memperoleh Juara 1 dan 2 secara berturut-turut pada kompetisi debat yang membicarakan terkait karst di Indonesia. Tim 1 beranggotakan, Mochammad Fadhil Safrizal dari Fakultas Geografi, Naufal Muflih dari Fakultas Teknik, dan Muhammad Ridho Gunawan dari Fakultas Pertanian berhasil memperoleh gelar Juara 1, sedangkan Tim 2 beranggotakan Najmah Munawaroh dari Fakultas Geografi, Lukman Hakim dari Fakultas Geografi, dan Muhammad Naufal dari Fakultas Geografi berhasil memperoleh gelar Juara 2.

Pada babak final, secara tidak sengaja kedua tim delegasi UGM bertemu untuk memperebutkan Juara 1 dan 2 dengan mosi “Perusahaan Semen Kawasan Karst Kendeng Tidak Bisa Disalahkan Secara Hukum Karena Wilayah Penambangan Berada di Rembang Yang berada di luar Kawasan Konservasi Karst Berdasarkan Kajian dan Keputusan Menteri ESDM Tahun 2014”. Kedua tim mengaku tidak menyangka dapat berhadapan di babak final, namun keduanya tetap mengeluarkan argumentasi terbaik dan bersikap profesional dalam perlombaan.

“Meski kami berpegang teguh pada argumen tim masing-masing saat debat berlangsung dan ingin mendapatkan gelar juara, namun di luar kompetisi kami saling mendukung satu sama lain,” ungkap Najmah, Jumat (13/10).

Senada dengan itu, Fadhil mengaku bangga berhasil memberikan yang terbaik untuk almamater UGM dengan memperoleh gelar juara umum pada Kompetisi Soil Festival 2017 Karst Indonesia. (Humas UGM/Satria)