PIH UNAIR Universitas Airlangga berencana membangun kampung internasional (international village). Kampung internasional didirikan guna merespon perkembangan minat akademik dari dalam dan ke luar negeri.
Untuk memperluas kerjasama internasional, rencana ke depan akan membangun international village. Tidak hanya corner, tapi kantor-kantor yang melayani masyarakat maupun perguruan tinggi di sekitar Jawa Timur maupun Indonesia, ujar Direktur Eksekutif Airlangga Global Engagement (AGE) Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si., kepada UNAIR News.
Seperti yang sudah berjalan, UNAIR memiliki Great Britain Corner, American Corner, dan Warung Prancis yang masih dipusatkan di Perpustakaan Pusat UNAIR. Menyusul ketiga corner itu, akan segera diresmikan Taiwan Education Center (TEC) dan Aussie Banget Corner.
Berdasarkan penuturan Nyoman, TEC akan diresmikan pada 12 September sedangkan Aussie Banget Corner pada 15 September mendatang. Rencananya, pada peresmian TEC akan mengundang beberapa rektor perguruan tinggi di Indonesia dan disaksikan oleh Dikti.
Nyoman berharap, pembangunan kampung internasional semakin memperlancar hubungan kerjasama antara UNAIR dengan mitra-mitra di luar negeri. Kelancaran hubungan itu tentu juga akan berdampak bagi masyarakat sekitar yang ingin bermitra dengan lembaga di luar negeri.
Mudah-mudahan nanti, international village memiliki cabang-cabang yang jadi sratregis untuk kerjasama internasional UNAIR. Tidak hanya pendidikan, tapi semua aspek, tambah Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR itu.
Rencananya, kampung internasional akan berlokasi di sekitar gedung Airlangga Convention Center (ACC). Bagi sivitas akademika UNAIR maupun masyarakat sekitar yang berniat untuk menjalin kerjasama dengan mitra asing, dapat dengan mudah mengunjungi kampung internasional.
Sementara itu, peresmian TEC yang akan dilangsungkan 12 September mendatang, diharapkan dapat memfasilitasi kerjasama yang akan dijalin antara perguruan tinggi di Taiwan dengan perguruan tinggi di Indonesia, begitupun sebaliknya.
Tentu ini bagus bagi UNAIR. Selain branding, orang akan perhatian. Setiap ada kerjasama dengan Taiwan pasti larinya ke UNAIR. Mereka menawarkan beasiswa, pertukaran mahasiswa dan dosen, join riset dan publikasi. Kalau seperti itu mereka pasti akan melihat potensi baik UNAIR, ujar Nyoman. (PIH UNAIR)