UNAIR NEWS – Rencana pembangunan kampus E Universitas Airlangga yang berada di Gresik utara segera terealisasi. PT. Galasari Gunung Sejahtera sebagai mitra kerja sama kembali bertemu dengan pimpinan UNAIR pada Rabu (14/2). Pertemuan yang berlangsung di ruang rektor itu berlangsung dalam rangka penandatanganan kesepakatan bersama tentang pendayagunaan tanah dan kerjasama.

Djauhar Arifin selaku Komisaris PT. Galasari Gunung Sejahtera sebagai anak perusahaan dari PT. Palawija mengatakan bahwa pembangunan kampus E UNAIR bertujuan untuk memajukan wilayah Gresik utara. Pihaknya telah mendapat dukungan dari pemerintah, baik bupati dan gubernur untuk membangun kampus UNAIR di Gresik.

“Ini sudah kita rintis dua tahun yang lalu. Dapat tugas dari gubernur dan bupati, serta didukung pemerintah pusat untuk membangun kawasan Gresik utara,” ujar Arifin.

Tanah yang dihibahkan PT. Galasari Gunung Sejahtera kepada UNAIR seluas 50 hektar, 5 hektar di antaranya akan dibangun teaching farm Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). “Intinya bagi saya sebagai putra daerah, menghibahkan aset saya kepada UNAIR. Sudah ada waduknya, sudah ada risetnya. Harapan saya, kampus E UNAIR bisa berkembang di sana,” lanjut Arifin.

Dengan pembangunan kampus E UNAIR itu, Arifin berharap wilayah Gresik utara dapat sejajar kemajuannya dengan Gresik selatan. Ibarat Universitas Indonesia, ia ingin kampus E di Gresik utara nantinya dapat sejajar dengan kampus yang ada di Surabaya.

“Kalau sudah berjalan, harapan saya seperti UI. Depok-nya ada di Gresik utara, Salemba-nya ada di Surabaya. Kalau itu jadi, otomatis Gresik utara sejajar dengan Gresik selatan dan provinsi lain di Indonesia. Peran kita adalah membangun industrinya,” tambahnya.

Tampaknya, keinginan Arifin untuk memajukan wilayah Gresik utara tak main-main. Harapnya, dengan mendirikan kampus di sana, secara bersamaan sektor-sektor lain juga akan maju dan berkembang. Salah satunya adalah ekonomi masyarakat. “Pendidikan adalah jawaban terakhir untuk menjadikan masyarakat kita sejahtera,” tandasnya.

Untuk pembangunan wilayah ini, PT. Galasari Gunung Sejahtera menyerahkan sepenuhnya kepada UNAIR.

Sementara itu Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih mengatakan, tahun 2018 ini paling tidak lima hektar tanah yang ada sudah bisa dibangun teaching farm. Sisa tanah yang lain akan dibangun menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana di UNAIR.

“Akan dibangun sesuai dengan kebutuhan. Mungkin untuk vokasi, atau program-program tertentu. Kita sudah punya Akademi Keperawatan Gresik dan Lamongan. Bisa saja kita kumpulkan di sana,” terang Prof Nasih.

Sementara ini, lanjut Prof. Nasih, pembangunan fasilitas pendidikan masih difokuskan di kampus C terlebih dahulu. “Sekarang kita fokus kampus C dulu,” terangnya. (PIH UNAIR)