UNAIR NEWS – Di kancah internasional, University of Groningen, Belanda, memiliki reputasi yang cukup diperhitungkan. Universitas di negeri kincir angin yang didirikan pada 1614 itu merupakan universitas tertua ke-2 dan terbesar ke-3 di Belanda. Sementara dalam perankingan SQ WUR (QS World University Rankings), University of Groningen berada dalam urutan 113.

Reputasi baik inilah yang menjadi salah satu faktor ajakan kerjasama oleh UNAIR. Dalam lawatan ke Eropa sejak minggu lalu, sejumlah perguruan tinggi kenamaan dikunjungi Rektor Universitas Airlangga Prof. Moh. Nasih beserta rombongan. Beberapa perguruan tinggi itu, kerjasama sudah pernah dilakukan. Salah satunya adalah University of Groningen.

Untuk memperlancar jalinan kerjasama, penandatangan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang pendidikan dan penelitian dilakukan oleh Prof. M. Nasih rektor UNAIR dengan Prof. E. Sterken Rector Magnificus University of Groningen, di University of Groningen, Senin (19/3) lalu.

Sebelumnya kunjungan rektor dan rombongan ini dilakukan, University of Groningen beberapa kali telah melakukan kerjasama dengan UNAIR, utamanya, University Medical Center Groningan (UMCG) Groningen. UMCG telah lebih dulu menjalin kerjasama dengan beberapa departemen di Fakultas Kedokteran UNAIR, baik kolaborasi riset, maupun dosen dan mahasiswa exchange.

Seperti dengan Departemen Ilmu Kesehatan Anak misalnya, tercatat telah 11 tahun jalinan kerjasama itu berlangsung. Masih hangat dalam ingatan, tepatnya pada November tahun lalu, Departemen Ilmu Kesehatan Anak bersama UMCG meluncurkan sebuah aplikasi bernama Yellow Babies. Yakni aplikasi paperless electronic register untuk memudahkan pendataan jumlah kasus hiperbilirubinemia yang tertangani di rumah sakit. (PIH UNAIR)